Lompat ke konten utama
Ekonomi

HoYo FEST 2026: Sinergi Industri Gim Global dan Talenta Lokal

Wamen Ekraf Irene Umar meninjau HoYo FEST yang mempertemukan industri gim global dengan kreator lokal melalui pameran kriya dan merchandise.

Redaksi Lintasnesia2 menit baca
HoYo FEST 2026: Sinergi Industri Gim Global dan Talenta Lokal
HoYo FEST 2026: Sinergi Industri Gim Global dan Talenta Lokal

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar meninjau HoYo FEST 2026 di Pondok Indah Mall 3, Jakarta, Sabtu (1/8/2026). Ajang tahunan garapan HoYoverse ini menjadi wadah strategis mempertemukan industri gim global dengan talenta kreatif lokal melalui pameran kriya dan merchandise berbasis karakter IP.

Wamen Ekraf menilai HoYo FEST sebagai cerminan nyata optimalisasi kekayaan intelektual (IP) yang mampu menciptakan nilai tambah bagi ekosistem ekonomi kreatif nasional. Menurut laporan Kemenekraf, kolaborasi antara pemilik IP internasional dan kreator lokal tidak hanya membuka ruang komersialisasi, tetapi juga meningkatkan daya saing subsektor kriya hingga desain.

"HoYo FEST menunjukkan bahwa kolaborasi antara IP global dan kreator lokal mampu menciptakan nilai ekonomi yang saling menguntungkan," ujar Wamen Ekraf. Sebanyak puluhan pegiat ekraf Indonesia terlibat dalam memproduksi karya kriya dan merchandise berbasis karakter IP HoYoverse dengan skema memberikan hak kepemilikan penuh kepada masing-masing kreator.

Aswin Atonie, Associate Brand Director HoYoverse Indonesia, menyebutkan lebih dari 9.500 pengunjung menghadiri HoYo FEST sejak 30 Juli, dengan 50 booth yang menampilkan 71 pegiat EKRAF. Kehadiran Kementerian Ekraf di ajang ini menjadi simbol kolaborasi heksaheliks antara pemerintah, industri, dan komunitas dalam mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif Indonesia.

Perkembangan Industri Game dan Ekraf di Indonesia

Industri game di Indonesia mengalami pertumbuhan pesat dalam dekade terakhir. Menurut data Asosiasi Game Indonesia, jumlah gamer di Indonesia mencapai 77,5 juta pada 2025 dengan nilai pasar sekitar Rp 22 triliun. Pertumbuhan ini sejalan dengan meningkatnya penetrasi internet dan smartphone di kalangan masyarakat Indonesia.

Ekonomi kreatif, termasuk industri game, menjadi salah satu sektor andalan Indonesia. Pemerintah melalui Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) terus mendorong pengembangan subsektor-subsektor dalam ekonomi kreatif, termasuk game, kriya, ilustrasi, dan desain. HoYoverse sebagai pengembang game global melihat potensi Indonesia dalam menghasilkan talenta kreatif berkualitas tinggi.

Kolaborasi antara perusahaan global dengan kreator lokal bukanlah hal baru di industri kreatif Indonesia. Beberapa perusahaan game internasional seperti Moonton, Garena, dan lainnya telah bekerja sama dengan kreator lokal dalam berbagai proyek. Namun, skema yang diterapkan HoYoverse memberikan hak kepemilikan penuh kepada kreator merupakan terobosan penting dalam industri ini.

Dampak bagi Ekosistem Kreatif Indonesia

Kolaborasi seperti HoYo FEST memiliki dampak signifikan bagi ekosistem kreatif Indonesia. Pertama, ini membuka peluang ekonomi bagi para kreator lokal untuk menghasilkan karya dengan nilai komersial tinggi. Kedua, skema memberikan hak kepemilikan penuh kepada kreator memperkuat posisi mereka sebagai penerima manfaat ekonomi utama atas kreativitas mereka.

Bagi industri game, kolaborasi ini juga membuktikan bahwa industri game tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak ekonomi kreatif. Melalui Artist Alley, HoYo FEST menunjukkan bahwa para pejuang ekraf lokal memiliki kesempatan untuk berkarya, berwirausaha, dan mengembangkan usahanya secara berkelanjutan.

Kehadiran pejabat tinggi seperti Wamen Ekraf menunjukkan dukungan pemerintah terhadap pengembangan ekonomi kreatif. Diharapkan sinergi antara pemerintah, industri, dan komunitas seperti ini dapat terus berkembang sehingga semakin banyak talenta kreatif Indonesia yang memiliki kesempatan untuk berkarya, berkembang, dan dikenal di tingkat yang lebih luas.

Tag:Ekonomi KreatifHoYo FESTHoYoverseIndustri GameIrene Umar

Berita Terkait