Lompat ke konten utama
Olahraga

Menpora Erick Terima Sabuk Kehormatan di Asian Taekwondo Open 2026

Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menerima sabuk kehormatan taekwondo dalam pembukaan Asian Taekwondo Indonesia Open Championships 2026 di Jakarta.

Redaksi Lintasnesia3 menit baca
Menpora Erick Terima Sabuk Kehormatan di Asian Taekwondo Open 2026
Menpora Erick Terima Sabuk Kehormatan di Asian Taekwondo Open 2026

Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menerima sabuk kehormatan taekwondo dalam pembukaan Asian Taekwondo Indonesia Open Championships 2026 di Jakarta, Minggu (2/8). Acara berstatus World Taekwondo (WT) G2 ini menandai kembalinya Indonesia sebagai tuan rumah kejuaraan internasional cabang olahraga bela diri asal Korea Selatan setelah hampir dua dekade.

Dalam kesempatan itu, Menpora Erick menerima dobok dan sabuk kehormatan dari Ketua Umum PBTI Richard Tampubolon. "Diterimanya sabuk ini menandai bergabungnya Menpora sebagai bagian dari keluarga besar taekwondo Indonesia," ujar Richard. Menpora juga menerima sertifikat DAN Kukkiwon kehormatan dari Presiden ATU Kim Sang-jin.

Wakil Panglima TNI Tandyo Budi Revita menyatakan kejuaraan ini terselenggara atas kolaborasi TNI dengan PBTI dalam rangkaian HUT TNI ke-81. "Setelah melalui bidding yang ketat di Korea Selatan pada 2025, Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah," jelas Tandyo. Sebanyak 531 atlet dari 36 negara bertanding dalam kejuaraan yang berlangsung hingga 5 Agustus 2026.

Perkembangan Taekwondo di Indonesia

Taekwondo, olahraga bela diri asal Korea Selatan yang menjadi bagian dari Olimpiade sejak tahun 2000, telah mengalami perkembangan pesat di Indonesia. Olahraga ini pertama kali diperkenalkan di Indonesia pada tahun 1970-an dan mulai populer pada era 1990-an. Sejak itu, taekwondo menjadi salah satu cabang olahraga yang diminati masyarakat Indonesia, baik untuk kepentingan rekreasi maupun kompetitif.

Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) sebagai induk organisasi olahraga ini di Indonesia telah berupaya keras untuk mengembangkan prestasi atlet taekwondo Indonesia di panggung internasional. Prestasi terbaik dicapai pada Olimpiade 2004 di Athena, Yunani, ketika Wijanarko Puspito Nugroho meraih medali perunggu. Sejak itu, beberapa atlet Indonesia seperti Heri Purnawan dan I Ketut Suardana juga berhasil meraih medali di ajang multi-event seperti Sea Games dan Asian Games.

Proses Penyelenggaraan Kejuaraan Internasional

Menyelenggarakan kejuaraan taekwondo internasional seperti Asian Taekwondo Indonesia Open Championships memerlukan persiapan yang matang. Proses bidding atau penawaran untuk menjadi tuan rumah kejuaraan ini dilakukan melalui Asian Taekwondo Union (ATU), badan pengatur taekwondo di Asia. Indonesia bersaing dengan beberapa negara lain seperti Malaysia dan India sebelum akhirnya dipilih sebagai tuan rumah pada 2025.

Kejuaraan yang berstatus World Taekwondo (WT) G2 ini merupakan salah satu kejuaraan dengan kategori tertinggi setelah kejuaraan Olimpiade dan Kejuaraan Dunia. Kategori G2 menunjukkan bahwa kejuaraan ini memiliki poin penting bagi peringkat dunia para atlet. Dengan menjadi tuan rumah kejuaraan berkategori ini, Indonesia berkesempatan untuk memperkenalkan olahraga taekwondo kepada masyarakat luas sekaligus meningkatkan citra Indonesia di kancah internasional.

Dampak bagi Olahraga Indonesia

Penyelenggaraan Asian Taekwondo Indonesia Open Championships 2026 memiliki dampak signifikan bagi perkembangan olahraga di Indonesia. Pertama, kejuaraan ini menjadi ajang untuk mengasah bakat atlet muda Indonesia yang dapat mengikuti jejak atlet senior mereka. Dari 531 atlet yang berpartisipasi, beberapa di antaranya adalah atlet Indonesia yang dapat belajar dari para peserta internasional.

Kedua, kejuaraan ini membuka peluang untuk sport tourism atau wisata olahraga. Seperti disampaikan Tandyo Budi Revita, kejuaraan ini menunjukkan bahwa Indonesia merupakan salah satu negara di dunia yang menjadi destinasi sport tourism. Wisatawan domestik maupun mancanegara yang datang untuk menyaksikan kejuaraan ini akan berkontribusi pada perekonomian lokal, mulai dari akomodasi, transportasi, hingga kuliner.

Momentum untuk Perkembangan Olahraga Nasional

Kejuaraan ini juga menjadi momentum penting untuk membangun kepercayaan internasional terhadap kemampuan Indonesia dalam menyelenggarakan event olahraga berskala internasional. Setelah sukses menyelenggarakan Asian Taekwondo Indonesia Open Championships, Indonesia berpotensi menjadi tuan rumah ajang olahraga internasional lainnya, baik cabang taekwondo maupun olahraga lainnya.

"Kejuaraan ini menjadi tonggak penting perkembangan taekwondo di Indonesia, sekaligus menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia siap menjadi tuan rumah berbagai ajang olahraga internasional yang berkualitas," ujar Tandyo. Dengan dukungan penuh dari pemerintah melalui Kemenpora dan kolaborasi dengan berbagai pihak seperti TNI, PBTI, KONI, dan KOI, harapannya olahraga Indonesia semakin maju dan mampu bersaing di panggung internasional.

Berita terkait

Tag:Asian TaekwondoErick ThohirOlahraga IndonesiaPBTISport Tourism

Berita Terkait